[Review] Hotel Pringgosari, Dulu Sering Disinggahi Presiden Soekarno

Hotel yang berada diketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut ini, menawarkan suasana sejuk pagi hari dan dingin di malam hari. Hotel yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini berada di Kabupaten Karanganyar.

Bagian kedua dari kegiatan yang kurang lebih sama dilakukan Disporapar Jateng yang kembali kami ikuti dengan jumlah kegiatan sebenarnya ada 4. Dan tujuannya sama, mempromosikan hotel lebih luas lagi.

Kamis sore (12/3), akhirnya kami tiba di hotel dengan rombongan satu bus yang berkegiatan selama 2 hari di Karanganyar. Tubuh benar-benar lelah dan kami hanya punya sedikit waktu untuk kembali berkegiatan malam harinya.

Bangunan lama

Kesan pertama tiba, hotel Pringgosari mirip sebuah villa yang berada di puncak gunung. Bus yang kami tumpangi harus bergerak menanjak perlahan-lahan hingga sampai di depan bangunan dengan halaman rumput yang menurun.

Di mana kamarnya? Sekilas tampak luar, bangunan berbentuk rumah pada umumnya. Setelah masuk, baru terlihat pintu-pintu layaknya sebuah kamar kos dengan kamar mandi dalam.

Cerita tentang pernah digunakannya salah satu kamar utama oleh Presiden Soekarno menjadikan bangunan yang dulunya wisma ini, kini menjadi hotel, adalah bangunan lama. Mereka mempertahan bangunan aslinya.

Fasilitas hotel

Ini gambarannya, ruangan lainnya lupa kami foto

Total keseluruhan kamar di Hotel Pringgosari ada 14 kamar, termasuk kamar utama yang digunakan Presiden Soekarno. Fasilitasnya ada air panas, TV, meeting room, ruang makan dan mushola yang berada terpisah dari bangunan utama.

Kami pikir, kamu yang berharap banyak seperti hotel pada umumnya yang dikelola manajemen hotel profesional harus melupakan fasilitas super lengkap. Setidaknya, kamu tidak lupa membawa peralatan mandi sendiri, seperti handuk.

Meski tersedia akses internet Wifi, kamar yang kami tempati tidak dapat tersambung. Entah apakah karena mendadak banyak yang gunakan atau kami saja yang lupa menghubungkannya ke perangkat kami.

Kamar sendiri memiliki 3 tipe, yaitu anggrek, mawar dan melati. Dan masih tersedia kasur tambahan bila diperlukan yang tersedia sebanyak 50 kasur.

Kamar favorit Presiden Soekarno

Yang memberi kesan paling menarik adalah tentu saja cerita Presiden Soekarno yang sering singgah untuk sekedar beristirahat. Kamar yang digunakan adalah kamar utama.

Saat kami masuk, kamarnya luas dengan dua tempat tidur dan pemandangan hiasan wayang di dinding kamarnya. Satu sosok Semar dan satunya adalah Betara Guru.

Fasilitas kamar mandinya malah mirip hotel berbintang dan sangat panjang ukuran ruangannya. Kamar kami kalah kelas di sini. Termasuk bathup hotel yang tidak disangka sudah ada di sini.

Akses pintu masuknya ada 2, bagian dalam dari bangunan utama dan pintu kedua yang langsung menuju luar dan depan musholla. Bagian luar ini, sudah ada kursi dan meja layaknya sebuah rumah.

Di sebelah pintu kamar mandi, ada satu pintu lagi. Itu adalah ruangan kerja yang digunakan Soekarno. Sayangnya, sekarang itu hanya dijadikan gudang saja.

Tarif hotel Pringgosari

Bagian penting hotel ini malah lupa kami tanyakan, mengingat mencari informasi soal harga hotel sangat mudah ditemukan di mesin pencari.

Ini adalah kamar yang kami tempati

Membaca ulasan blog mbak Lina, salah satu peserta yang turut berpartisipasi, di halaman blognya yang sangat lengkap di sini, harga hotel termasuk murah untuk kantong mahasiswa.

Jadi tarifnya di sini berdasarkan pada Peraturan Gubernur Jawa Tengah yang dibagi menjadi 3 kategori, yakni weekday, weekend dan hari besar atau tahun baru.

Tipe kamar Anggrek :

  • Weekday – Rp. 225.000
  • Weekend – Rp. 250.000
  • Hari besar – Rp. 300.000

Tipe kamar Mawar :

  • Weekday – Rp. 150.000
  • Weekend – Rp. 175.000
  • Hari besar – Rp. 225.000

Tipe kamar Melati :

  • Weekday – Rp. 100.000
  • Weekend – Rp. 125.000
  • Hari besar – Rp. 175.000

Harga di atas ternyata belum termasuk ppn.

Lokasi hotel

Ruangan untuk meeting ada di sana yang beratap segitiga

Bisa dikatakan hotel Pringgosari dianggap memiliki lokasi premium. Berada di jalan Grojogan Sewu, Desa Karangsari, Tawangmangu, hotel berada di jantung kawasan wisata Tawangmangu.

Saat membuka lokasinya lewat aplikasi Instagram, hotel Pringgosari banyak digunakan untuk berkegiatan ramai-ramai. Terutama generasi milenial muda yang senang berorganisasi maupun berkomunitas.

Dan juga, berdekatan dengan obyek wisata Grojogan Sewu. Kami disarankan untuk mengunjungi pagi harinya. Hanya 500 anak tangga dari hotel (ke bawah). Tapi tetap saja tidak kami datangin.

Wisata Healing

Tamannya menurun, enak kalau rebahan dan makan bareng-bareng 

Kami mengerti bagaimana kerja keras Disporapar Jateng mempromosikan hotel yang dikelola Pemerintah Provinsi tidak mudah. Satu sisi terkendala banyak kebijakan, sisi lainnya dituntut banyak perubahan.

Hari terakhir sebelum check out, kami menikmati pagi hari sambil berbincang dengan peserta lain. Hotel ini bisa digunakan untuk tujuan wisata healing.

Ini hanya sebuah gagasan, bagaimana memanfaatkan hotel menjadi lebih menarik lagi. Orang-orang sekarang banyak yang terbelenggu oleh rutinitas maupun pekerjaan. Mungkin konsep wisata healing bisa diterapkan di sini, mengingat lokasi dan suasananya yang mendukung.

Bingung mencari arah kiblat di kamar, lebih baik pergi ke musholla saja

Mendambakan keheningan dengan suasana alam yang masih asri adalah bagaimana Hotel Pringgosari menawarkan dirinya sebagai salah satu tempat menginap yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Tinggalkan komentar